Sejarah Singkat

Awal Terbentuknya Bawaslu Provinsi Riau.

 

Bicara tentang kapan berdirinya Bawaslu Provinsi Riau tidak lengkap jika tidak membahas tiga anggota Bawaslu Provinsi Riau generasi awal periode 2012-2017, adalah Edy Syarifuddin, S.Ag, Fitri Heriyanti, S.IP., M.Si dan Rusidi Rusdan, S.Ag., M.Pd.I. Tiga orang inilah yang pertama kali membangun Bawaslu Provinsi Riau dari awal. Dengan bermodalkan surat keputusan (SK) dan surat edaran (SE) dari Bawaslu, tiga pimpinan Bawaslu Provinsi Riau menghadap Gubernur Riau, pada saat itu Bapak Rusli Zaenal.

Mulai dari belum ada kantor sekretariat, pegawai, sarana dan prasarana penunjang kerja, dan lain-lain, hingga organisasi Bawaslu Provinsi Riau berkembang dan dikenal luas oleh masyarakat.

Rangkaian proses seleksi yang harus diikuti untuk menjadi anggota Bawaslu Provinsi Riau cukup panjang dan tidak mudah. Mulai dari penelitian administrasi bakal calon; seleksi tertulis; tes kesehatan; tes psikologi; wawancara sampai uji kelayakan dan kepatutan oleh Bawaslu. Semua rangkaian tes ini butuh keseriusan dan komitmen yang sungguh-sungguh dalam mengikutinya. Belum lagi Tim Seleksi yang bertugas menjaring dan menyaring calon anggota Bawaslu Provinsi Riau yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi dan profesional yang sudah teruji integritas dan independensinya, bahkan ada yang sudah bergelar profesor.

Tim Seleksi Calon Anggota Bawaslu Provinsi Riau diketuai oleh Prof Dr. H. Sudirman M. Johan, MA,  Sekretaris, Baidarus, MM., M.Ag, dan anggota, Prof. Dr. Hj. Ellydar Chaidir, SH M.Hum, Drs. H. Levna Ervan, M.M, dan Drs. H. Safri Yus.

Beratnya seleksi untuk mengikuti tes sebagai calon anggota Bawaslu Provinsi Riau ini, dapat diketahui dari pengalaman anggota Bawaslu Provinsi Riau yang merupakan aktor utama dalam buku sejarah Bawaslu Provinsi Riau ini, mulai dari awal seleksi sampai dilantik dan melaksanakan tugas sebagai anggota Bawaslu Provinsi Riau.

Tim Seleksi membuka pendaftaran calon Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Riau periode 2012-2017, pada tanggal 5 s.d. 11 Agustus 2012. Selama 7 (tujuh) hari pembukaan pendaftaran, terjaring 70 pelamar mengambil formulir. Namun, hanya 48 pelamar yang mengembalikan formulir ke Sekretariat Tim Seleksi.

Hasil seleksi administrasi diumumkan pada tanggal 14 Agustus 2012, terdapat 32 pelamar yang lulus seleksi administrasi, dan 16 pelamar tidak lulus. Mayoritas pelamar tidak lulus disebabkan karena tidak melampirkan legalisir ijazah sesuai persyaratan yaitu mulai dari SD, SMP hingga jenjang pendidikan lebih tinggi.

Peserta yang lulus seleksi administrasi selanjutnya menjalani tes tertulis, tes kesehatan dan tes psikologi. Dari 48 pelamar diambil 12 orang berdasarkan nilai tertinggi. Pelamar yang dinyatakan lulus kemudian menjalani tes wawancara pada tanggal 4 s.d. 5 September 2012.

Berdasarkan hasil tes wawancara, ditetapkan 6 (enam) calon, yaitu: Ahdanan, S.Ag., M.Pd., Edy Syarifuddin, S.Ag, Fitri Heriyanti, S.IP., M.Si, Nurhamin, S.Pt., M.H., Roby Afriyan, S.Ag., M.Si., dan Rusidi Rusdan, S.Ag., M.Pd.I., selanjutnya 6 calon ini diserahkan kepada Bawaslu untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan.

Uji kelayakan dan kepatutan merupakan tes terakhir yang diikuti calon anggota Bawaslu Provinsi Riau. Dari hasil tes tersebut, terpilihlah Fitri Heriyanti, S.IP., M.Si, Rusidi Rusdan, S.Ag., M.Pd.I dan Edy Syarifuddin, S.Ag sebagai Anggota Bawaslu Provinsi Riau periode 2012-2017.

Pada tanggal 21 September 2012, Bawaslu melantik Fitri Heriyanti, S.IP., M.Si, Rusidi Rusdan, S.Ag., M.Pd.I dan Edy Syarifuddin, S.Ag, sebagai anggota Bawaslu Provinsi Riau di Jakarta, ditetapkan dengan Keputusan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor: 585-Kep Tahun 2012 tanggal 20 September 2012 tentang Penetapan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Riau. Dengan demikian, pada tanggal 21 September 2012, Bawaslu Provinsi Riau secara resmi terbentuk.

Setelah dilaksanakan pembekalan di Jakarta, ketiga Pimpinan Bawaslu Provinsi Riau segera melakukan pleno utuk memilih Ketua. Berdasarkan hasil pleno, terpilih Edy Syarifuddin sebagai Ketua Bawaslu Provinsi Riau, yang disepakati akan dilakukan pertukaran ketua masa bakti 2.5 tahun dari Edy Syarifuddin kepada Rusidi Rusdan.

Dihadapan ketiga pimpinan, sudah menunggu beban tugas yang cukup berat, bisa dibayangkan dengan keanggotaan yang hanya tiga orang, belum ada kantor dan pegawai sekretariat serta sarana dan prasarana penunjang kerja lainnya, benar-benar dari nol dan hanya bermodalkan Surat Keputusan dari Bawaslu. Seringkali ketiga pimpinan mengadakan rapat di kantin Pustaka Wilayah Kota Pekanbaru, bahkan di dalam mobil anggota Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Rusdan untuk menyusun program kerja.

 

Pembentukan Sekretariat.

Dengan adanya unsur sekretariat dalam Lembaga Badan Pengawas Pemilu seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 pada Pasal 107 ayat (1), untuk mendukung kelancaran tugas dan wewenang Bawaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota, dibentuk sekretariat Bawaslu Provinsi, sekretariat Panwaslu Kabupaten/Kota dan sekretariat Panwascam.

Mengingat hal ini, maka Bawaslu Provinsi Riau mengusulkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Pemerintah Provinsi sebagai personel sekretariat Bawaslu Provinsi Riau kepada Gubernur Riau secara tertulis. Pada pembentukan sekretariat ada beberapa proses yang dilakukan oleh anggota Bawaslu Riau, antara lain:

  • Bawaslu Provinsi Riau melakukan audiensi kepada Pemerintah Provinsi Riau. Demi menjalankan tugas sebagai Pengawas Pemilu, Bawaslu melalukan audiensi dengan pemerintah Provinsi Riau sesuai dengan surat Bawaslu RI Nomor: 594/Bawaslu/VIII/2012, tanggal 31 Agustus 2012 dan Surat Keputusan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor : 585-KEP tahun 2012 tentang Penetapan Anggota Bawaslu Provinsi Riau.
  • Bawaslu Provinsi Riau mengusulkan nama-nama PNS kepada Pemerintah Provinsi Riau. Hasil dari audiensi yang dilakukan, Bawaslu Provinsi Riau mendapat respon positif dari Pemerintah Provinsi Riau. Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Riau meminta kepada Bawaslu Riau untuk mengusulkan nama Pegawai Sekretariat Bawaslu Provinsi Riau. Pada tanggal 26 September 2012 Bawaslu Riau menyurati Pemerintah Provinsi Riau Nomor 01/Bawaslu-Riau/IX/2012 perihal Permohonan sekretariat, pegawai, dan sarana kerja.

Sumber : Buku Sejarah Bawaslu Riau.

413total visits,26visits today