Bawaslu Riau Klarifikasi Isu Money Politic ke Calon

Rilis Pers, Selasa, 14 Februari 2017

Bawaslu Provinsi Riau, Kampar – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau Rusidi Rusdan, mendatangi kediaman Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kampar nomor 5, Khairuddin Siregar guna mengklarifikasi merebaknya isu penumpukan beras (sembako) yang diduga akan dibagikan kepada masyarakat pemilih. Senin, 13 Januari 2017 di Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.

Rusidi pada kesempatan ini memanggil jajaran Panwas Kampar, mulai dari Panwas Kabupaten Kampar, Panwas Kecamatan, dan juga Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) untuk mengorek informasi atas laporan dari masyarakat yang menduga ada indikasi money politic, dalam bentuk pembagian sembako.

Sesampainya di rumah Khairuddin, Rusidi  menyakan langsung tentang kebenaran informasi bahwa Tim Khairuddin diduga telah membagi-bagikan sembako, dan berapa ton beras yang telah disiapkan.

Hasil klarifikasi terungkap, benar Khairuddin dan Timnya mengumpulkan beras di rumahnya sebanyak sekitar 4 ton, direncanakan akan dibagikan untuk makan tim kampanye diseluruh posko posko Tim Ardo-Khairuddin di seluruh Kabupaten Kampar, tapi bukan untuk masyarakat seperti yang diisukan. Beras itu digunakan untuk makan tim kampanye  di posko-posko paslon nomor urut 5.

“Jadi begini, Bang, Memang betul, kita memang, ada disitu beras, cuman apapun ceritanya, kita punya kawan yang bekerja di bawah, mau makan pulalah beliau, kawan-kawan ni..,” ujar Khairuddin.

Saat ini, menurut keterangan Khairudin, sembako itu sudah dijual kembali, karena menjadi polemik dimasyarakat, dan keputusan untuk menjual kembali sembako hasil dari berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Mendengar keterangan Khairuddin, Rusidi mengingatkan agar sembako tidak dibagikan, dan dia menyanggupi untuk tidak lagi membagikan sembako di masa tenang yang berlangsung mulai tanggal 12 s.d. 14 Februari 2017.

Humas Bawaslu Riau

62total visits,0visits today