Bambang Eka Cahya Widodo: Puncak dari Sengketa adalah Perpecahan

Bawaslu Provinsi Riau, Pekanbaru – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau gelar Bimbingan Teknis Penyelesaian Sengketa Pemilu bagi Panwaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, pada Kamis, 23 November 2017 di Hotel Furaya Pekanbaru.

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan dalam sambutannya berharap agar peserta bersunguh-sungguh mengikuti acara dan memperhatikan materi yang disampaikan narasumber, “lebih baik tersendat-sendat sekarang daripada tersendat-sendat waktu sidang sengketa,” ujarnya.

Ketua dan Anggota Bawaslu Riau, hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini, hadir juga Ketua Bawaslu RI periode 2008-2012, Bambang Eka Cahya Widodo yang memaparkan materi “Peran Pengawas Pemilu Dalam Penyelesaian Sengketa Pemilu” dan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara, A. Tirta Irawan memaparkan materi “Tata Cara Memeriksa Dan Memutus Sengketa Proses Pemilu”.

Menurut Bambang, puncak dari sengketa itu adalah perpecahan, untuk itu pengawas Pemilu harus proaktif mencegah terjadinya sengketa Pemilu. Bambang juga berpesan agar pengawas Pemilu berhati-hati dalam mencari relasi sosial. Hal ini untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan. “Begitu terpilih jadi pengwas Pemilu, berhati-hatilah mencari relasi sosial”, pesannya.

Sementara, Tirta meminta agar pengawas Pemilu menguasai skill mediasi dan membuat putusan. Hal ini mengingat kewenangan mengeluarkan putusan yang final dan mengikat diberikan undang-undang kepada pengawas Pemilu merupakan kewenangan yang cukup besar. “Kuasai skill mediasi dan membuat putusan, ini perlu karena menyangkut nasib orang”, pintanya.

Penulis  : M. Hamidi Maiza
Editor    : Hendro Susanto

83total visits,91visits today